
Saya barusan membaca cerita di internet. Kisah tentang rumah ternyaman yang disebut keluarga. Saya penasaran apa maksudnya rumah ternyaman karena sejak kelas 3 SD tidak pernah lagi tinggal dengan orangtua.
Saya dititipkan pada opung sejak kelas tiga SD. Sering ditinggal orangtua, entah ke mana mereka. Hanya opung yang menjemputku di sekolah. Saya seringkali melihat teman sekolah dijemput orangtuanya. Iri sekali melihatnya.
Cita-cita saya waktu kecil sederhana saja. Saya mau sekali saja dijemput orangtua saat pulang sekolah. Semakin besar saya bertambah kuat pula keinginan itu. Namun, saya lihat di Tiktok banyak orang bilang rumah ternyaman itu bukan hanya keluarga tetapi pacar, teman, dan sahabat pun bisa.
Saya menemukan seorang teman yang sedikit bernasib sama. Dia menjalani hidup ini dengan semangat dan ceria meski tidak punya ibu. Namun, ibunya pernah ada untuknya. Selalu punya waktu mengasihi dan menyayangi semasa hidup. Kadang aku iri dengannya karena ibu bahkan tidak punya waktu untuk diriku.
Mungkin seumur hidup aku akan terus penasaran, bagaimana rasanya dekat dengan keluarga. Bagaimana sih, rasanya punya orangtua.




Leave a Reply