
Apa jadinya ya kalau benda-benda di sekitar kita bisa bicara? Mungkinkah mereka menjadi teman terbaik? Mungkin bisa atau sebaliknya, menjadi kawan lalu saja.
Sawadikap! Saya Pletikosa Andreas. Kalimat di atas paragraf ini berhubungan dengan tugas menulis yang kami dapat baru-baru ini. Tentang pertanyaan besar dalam hidup saat ini. Saya pikir patut dipertanyakan tentang para benda ini.
Coba pikirkan, bagaimana jadinya kalau kursi bisa ngomong ketika diduduki seseorang dengan berat 120 kilogram? Mungkin yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata motivasi agar seseorang itu diet, menurunkan berat badannya. Bayangkan ketika kursi plastik yang ngomong. Kalimat motivasinya pasti berlipat ganda.
Tidak hanya kursi. Bayangkan ketika lampu bisa ngomong. Lampu, benda yang selalu ada di setiap ruang rumah. Di tepi jalan raya. Lampu adalah penerang bagi kita setelah matahari tergelincir.
Dia mendengar setiap perkataan orang. Dia juga melihat tangisan orang-orang yang sedang sedih. Kebahagiaan mereka yang sedang mendapat keberuntungan. Andai lampu itu manusia mereka pasti akan dipekerjakan sebagai psikolog. Sebab, lampu adalah pendengar 1001 manusia dan mampu menjaga rahasia.




Leave a Reply