Bahagia Itu Sederhana di Depan Si Hitam Putih

Dok. Wikihow

Di tahun 80an tidak semua orang bisa menonton sinetron dan berita terkini. Tidak semua dapat informasi yang lagi viral. Hanya orang-orang tertentu, yang punya kotak hitam putih yang bisa.

Bagi orang yang sudah memilikinya, setiap sore, apalagi hari Minggu pasti rumahnya ramai. Anak-anak dan orang dewasa campur jadi satu, duduk lesehan menonton film Boneka si Unyil atau program musik Titian Muhibah Senada Seirama. Acara musik itu hasil kerjasama TVRI dan RTM (stasiun televisi Malaysia).

Casenya terbuat dari bambu, gambarnya masih hitam putih, dan tanpa remote. Ketika hujan turun, gambar hilang semuanya. Untuk mengembalikannya kita harus  memutar antena sehingga gambarnya muncul seperti rintik-rintik hujan lengkap dengan bunyinya. Yang memperbaiki antena harus teriak, mengintip dari balik jendela.

Bahagia itu sederhana dan mudah di era itu. Bisa kumpul bersama keluarga, teman, atau tetangga sekadar menonton televisi sudah cukup. Kebersamaan itu mampu melenyapkan kepenatan sekaligus refreshing, penghibur diri dari rutinitas sehari-hari. Kadang ada rasa rindu untukmengulang kembali semuanya.

Beda jauh di era sekarang. Untuk menonton berita atau hiburan kita tidak harus mempunyai televisi. Kita  tinggal klik saja di Youtube, yang penting punya data dan kuota. Semua informasi bisa kita dapatkan.