Budidaya ‘Tanaman Ajaib’ untuk Masa Depan

Mulyanto and Juni Anita Purba

Dok.Hidroponik.net

Ada orang-orang yang bisa mengubah lalu menggerakkan seseorang, termasuk aku. Inspirasi itu datang dari Mr.Mulyanto, M.Pd yang kami bilang legend-nya tanaman kelor. Kesehatan yang begitu penting di saat sekarang ini menyebabkan kebutuhan jamu atau teh kelor yang diracik Pak Mulyanto makin besar. Tapi pemasok bahan baku (kelor) di Putri Hijau bakal berkurang seiring besarnya permintaan. Penjelasannya itu membuka mata dan pikiran yang kemudian menggerakan saya membubidayakan tamanan kelor.

Saya membudidayakan tanaman itu di sepetak tanah saya dekat rumah Pak Mulyanto. Tanah itu dipenuhi semak belukar karena sudah lama saya tidak memerhatikannya. Daripada tidak terpakai jadilah tanah itu saya bersihkan lalu tanami kelor. Sebenarnya saya sudah menanam kelor di area rumah dinas tapi hanya untuk konsumsi sendiri. Karena adanya permintaan daun kelor oleh herbalis Pak Mulyanto saya mulai serius menanam kelor di tanah tersebut.

Saya dan suami gotong royong membersihkan semak belukar di tanah itu. Bibitnya sudah kami siapkan, tinggal tanam saja. Mungkin ada yang bertanya-tanya buat apa sih saya tanam kelor, bukannya pisang atau tanaman lain. Suatu hari nanti saat kelor kami sudah tumbuh, berdaun banyak, pasti tidak sedikit yang mencarinya. Saya tidak pernah ragu karena Pak Mulyanto yang akan membeli semua daun kelor saya untuk dibuat jamu. Saat itu saya yang menyediakan tanaman, beliau yang meraciknya menjadi ramuan penyembuh berbagai penyakit.

Bentuk daun kelor seperti elips. Ukurannya kecil tersusun rapi di tangkai. Biasanya daun kelor dimasak sebagai sayur untuk pengobatan. Penelitian mengenai khasiat daun kelor telah dimulai sejak 1980. Tidak hanya daun, kulit batang, buah, dan bijinya juga berkhasiat untuk kesehatan. Para peneliti bahkan menyebut pohon kelor sebagai pohon ajaib karena khasiatnya. Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi anak-anak dan bayi dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsinya.

Semoga lewat tulisan ini saya bisa menginspirasi orang lain. Walau saya bukan seorang herbalis, paling tidak dengan menjadi pembudidaya kelor saya sudah bisa ambil bagian dalam dunia kesehatan.

Juni Anita Purba
Guru SMA Tenera



Genre:

Tema: