
Negara yang paling ingin saya kunjungi adalah Arab Saudi. Sebuah negeri yang begitu terkenal dengan tempat-tempat suci, terutama Mekah dan Madinah. Dua kota yang menjadi tujuan utama umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi saya, Arab Saudi bukan sekadar negeri jauh di Timur Tengah melainkan tanah suci yang selalu menjadi impian. Tempat di mana doa-doa banyak yang terkabulkan, tempat yang penuh dengan keberkahan. Saya sering membayangkan rasanya berdiri di depan Ka’bah, melafalkan doa-doa yang selama ini hanya bisa terucap di sajadah kamar.
Doa-doa yang saya ulang-ulang sederhana saja. Semoga saya bisa menjadi orang yang sehat, kaya, dan cukup. Kaya bukan untuk berfoya-foya tapi agar bisa memberangkatkan umroh dan haji kedua orangtua, bersedekah kepada yang membutuhkan, serta membahagiakan istri dan anak-anak saya. Saya juga ingin punya kemampuan untuk membantu orang-orang kecil yang sering terlupakan. Karena katanya, orang kaya itu enak: disegani, dihormati, banyak yang tiba-tiba baik dan mendekat.
Namun, semua itu masih sebatas keinginan dan doa yang terus saya ulang-ulang. Kadang saya tersenyum sendiri, membayangkan kalau ada orang yang membaca tulisan ini lalu menghadiahkan tiket umroh atau haji untuk saya dan keluarga. Mungkin terdengar mustahil, tapi siapa tahu Allah menggerakkan hati seseorang. Amin.
Untuk sekarang, saya tidak muluk-muluk berharap kaya. Bisa cukup saja sudah sangat bersyukur. Saya masih harus bekerja keras, berangkat pagi pulang sore, bahkan kadang malam berangkat lagi pulang tengah malam. Kadang merasa lelah, kadang tetap bersemangat. Kadang mengeluh, kadang tertawa. Kadang sulit tidur, tapi selalu mencoba ikhlas.
Pada akhirnya, saya sadar hidup ini memang penuh warna. Ada capek, ada syukur, ada tawa, ada doa ke Mekah minta kaya. Yang jelas, saya selalu berkata dalam hati: Terima kasih ya Allah, asyik tenan uripku.




Leave a Reply