Duka Anak Kebun Saat Belajar Online

Naomi Rindu Vidia

Libur adalah hal yang paling tidak aku sukai, apalagi saat belajar dari rumah gara-gara Corona. Aku tahunya selama libur itu harusnya bersantai, eh malah dikasih tugas. Setiap hari kerjaanku hanya menggaruk kepala saja, memikirkan tugas apa lagi yang guruku kasihkan. Setiap hari ada saja tugas yang harus kami kerjakan, setiap mata pelajaran dari IPA sampai IPS. Aku jadi sibuk sampai-sampai berberes rumah tidak bisa.

Dok.SD Tenera

Tapi yang paling ‘seru’ bukan soal banyak enggaknya tugas. Saat menerima dan mengirim tugas adalah bagian terberatnya. Jadi saat mau kirim atau menerima tugas aku naik turun bukit. Soalnya enggak ada sinyal di Afdeling II, maklum aku tinggalnya di kebun. Tiap hari naik bukit periksa handphone apakah ada tugas atau enggak sampai capek. Betisku jadi besar begini tapi ada positifnya, berat badanku mungkin turun karena tiap hari naik turun bukit yang tinggi sekali itu.

Saat menulis ini aku kaget sekali karena hari ini terakhir mengumpul tugas. Tadi aku langsung mengerjakannya secepat kilat sambil sedikit menengok buku lalu bertanya ke Google. Tapi Google tidak bisa menjawab semua pertanyaan. Aku jadi rindu dengan teman-teman dan guru di karena mereka bisa menjawab pertanyaanku.

Yap, tugasku baru saja selesai lalu kembali menulis cerita ini. Seperti biasa harus naik bukit dulu mengirim tugas lalu turun dengan ngos-ngosan. Sekian ceritaku ini semoga bisa menghibur pembaca.



Genre: Nonfiksi

Tema: Covid-19