
Sejak November tahun 2024 lalu, kebun duku milik keluarga di kampung sudah menunjukkan tanda-tanda berbuah dengan munculnya bunga pada batang. Dari satu bidang milik keluarga, sudah muncul delapan batang duku. Yang paling besar sudah seukuran drum.
Pemborong dari toko-toko buah besar pun mulai berdatangan memesan duku. Pemandangan itu pengetahuan baru untuk saya. Duku yang masih bunga dan muda itu sudah ada pembelinya, tidak harus menunggu matang untuk dijual.
Salah satu keuntungan menjual ke pemborong sebelum pohon berbuah adalah kita tidak perlu khawatir apabila buah rontok atau dimakan hama. Namun, ada juga kerugiannya yaitu kita tidak bisa memanen sendiri dan harus membeli apabila mau memakan buah yang pohonnya sudah dibeli pemborong.
Buah duku itu bisa dipanen terhitung lima sampai enam bulan setelah bunga mekar. Dari fakta yang terjadi di kampung, saya bersama keluarga sudah meramalkan bahwa duku dari kampung di Tanjung Muning akan membanjiri Bengkulu pada saat puasa dan lebaran tahun 2025 nanti.




Leave a Reply