Facebook yang Aneh

Suratman

Era internet ini membuat hubungan sosial rancu. Setiap buka Facebook pasti ada saja permintaan berteman. Ada orang yang entah tinggal di mana minta berteman padahal belum pernah bertemu sebelumnya. Lain hari ada tetangga sebelah yang tiap hari bertemu minta berteman. Padahal namanya tetangga kami sudah lama berteman.

Dok Wikihow

Yang lebih parah lagi dan saya. Setelah mereka dibelikan ponsel, malah minta berteman di Facebook dengan saya. Padahal mereka itu dan saya. Justru ini menurunkan status sosial kan jadinya, dari dan hanya sekadar menjadi teman. Apa tidak nyaman menjadi dan saya?

Ada lagi yang bikin saya heran, kenapa Facebook itu selalu kepo? Baru buka Facebook sudah disapa kolom “apa yang sedang Anda pikirkan?” Lha ya terserah saya tho mau pikir apa, masa harus diberitahukan ke semua orang. Nanti semua orang tahu apa yang saya pikirkan, padahal pikiran saya belum tentu hal yang baik-baik. Tapi pikiran yang tidak baik sering saya buang ke kotak sampah sih.

Kemudian arti kata “status”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata itu diartikan keadaan atau kedudukan (orang, badan, dan sebagainya) dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya. Tapi dalam Facebook mengalami perluasan makna jadi sesuatu yang disampaikan dan belum masuk pula dalam KBBI.



Genre: Nonfiksi

Tema: Sosial