
Saya pernah menjadi seseorang yang mendefinisikan hidup sebagai perkara satu titik. Dengan kata lain, fokus pada satu tujuan saja. Inti pikiran itu mendekam dalam kepala ketika saya masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Contohnya soal penampilan. Cantik dan ganteng. Saya pikir seseorang yang berwajah cantik dan ganteng pasti akan dipandang baik. Gak peduli dia bodoh atau nakal, pokoknya dipandang baik.
Namun, pandangan itu berubah setelah saya masuk SMA. Sejak saya bertemu dan mengenal lebih banyak orang. Ternyata hidup gak cuma perkara ganteng dan cantik saja. Hidup harus seimbang karena tidak ada manusia sempurna.
Perilaku, penampilan, karakter, dan pendidikan juga mempengaruhi kualitas seseorang dalam berteman. Percuma ganteng dan cantik tapi moralnya cacat. Percuma berpenampilan keren tetapi minim attitude.
Perubahan itu turut membawa saya pada sebuah pemahaman baru. Bahwa dunia gak selalu tentang diri kita. Jadi, berhentilah mengukur dunia. Tak perlu memaksa orang lain mengikuti ukuran-ukuranmu terhadap dunia itu.




Leave a Reply