Jungkat-jungkit Menulis

Dok.Wikihow

Sejak SD aku sangat senang menulis. cerita. Sebab, aku berpikir menulis mengatasi setiap persoalan dalam hidupku. Dengan menulis aku bisa merasa lega, tenang. Ketika Tenera membuat laman untuk menaruh cerita murid dan guru-guru aku sangat senang sekali karena akan ada yang menampung ceritaku.

Namun, sudah beberapa tahun ceritaku tidak masuk Nyalanya. Saat itu aku cukup kecewa kemudian menjadi enggan menulis ketika disuruh ibu perpus. Sekitar tiga tahun lalu, tepatnya ketika kelas 9 SMP, ceritaku masuk ke Nyalanya. Saat itu aku kembali bahagia.

Momen itu membuat semangat menulisku kembali lagi. Bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Namun tidak bertahan lama lantaran ceritaku tidak masuk lagi sampai sekarang, ketika aku sudah di kelas 11 SMA. Semangatku pun menukik seperti pesawat tempur yang ekornya terbakar.

Hingga kemarin hanya dua ceritaku yang masuk ke Nyalanya padahal aku sudah niat sekali. Dari kejadian itu akhirnya aku menulis cerita asal-asalan saja ketika disuruh atau dalam tugas menulis. Menulis di Nyalanya memang seperti jungkat-jungkit. Tetapi bukankah mengasyikkan karena di sanalah tantangannya.