Goyang Perut

Dok.Wikihow

Tahun ini makin banyak remaja melakukan gerakan ala TikTok unik lalu ditampilkan ke media massa. Gerakan disertai alunan musik yang menjadi ciri khas TikTok itu pun menjamur. Tidak hanya remaja, anak-anak juga tidak mau kalah. Mereka bisa melakukan gerakan yang lebih seru. Bahkan gerakan yang anak-anak ciptakan terkadang viral— istilah keren sekarang.

Selain gerakan TikTok, mereka juga  membuat sensasi adu joget atau adu goyang.  Hal itu pula yang dilakukan oleh murid- muridku ketika jam istirahat. Mereka seringkali membuat gerakan TikTok, bahkan joget dengan meliuk-liukkan badan dan menggerakkan jari-jari tangan senada dengan gerakan kepala sambil mengeluarkan suara dari mulut. 

Waktu itu aku mengajar bahasa Indonesia bersama murid-muridku. Di awal kegiatan pembelajaran, aku membuat ice breaking dengan gerakan senam. Tiba-tiba, muridku yang bernama Tasya mengangkat tangannya sambil maju ke depan kelas lalu menggerakkan badannya.

Ketika suara musik aku naikkan, Tasya makin lincah menggerakkan tubuh dan kakinya. Kedua tangan Tasya memegang perutnya sambil meliukkan badannya dengan arah gerakan yang berganti dengan cepat. Selanjutnya ia makin banyak menggoyangkan  perutnya ke arah samping. Tari spontan itu membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak.

Di tengah momen itu tiba-tiba seorang anak laki-laki maju ke depan kelas sambil bertepuk tangan. Sebut saja Rico. Dia mulai menunjukkan aksinya di depan Tasya dengan menggerakkan kakinya, berputar-putar seperti break dance. Aksi Rico yang memukau membuat murid-murid bersorak-sorai menyebut namanya. “Rico… Rico… Rico…”.  Setelah aksinya selesai semua murid bertepuk tangan. 

Kemudian aku mendekati Tasya dan Rico. Mereka berdua tersenyum malu ketika aku tanya belajar dari mana joget yang heboh itu. Rico menjawab bahwa gerakan itu dipelajarinya dari seorang artis di Instagram. Selanjutnya Tasya menjelaskan bahwa ia belajar gerakan joget dari Youtube. Ketika aku tanya apa nama goyangnya, Tasya mengatakan bahwa gerakan yang dilakukannya ia namakan sendiri yaitu goyang perut. 

“Apa tadi  nama goyangnya?” 

“Goyang perut Bu,” kata Tasya sambil memegang perutnya dan meliukkan badannya dengan gerakkan yang lucu. 

“Ibu, ibu, pasang lagi musiknya ya,” pinta Tasya. 

“Apa kamu belum puas?” 

“Biar datar perutku, tidak buncit kayak gini,” kata Tasya sambil menunjukkan perutnya.  

Kami tertawa mendengar celoteh dan gerakkan Tasya yang lucu. Tanpa diminta dua kali aku menyalakan musik kemudian  kami ikut bergoyang mengikuti gerakan badan Tasya. Sekitar 30 menit kami berjoget bersama Tasya. Terasa sekali badan mulai kelelahan karena keringat bercucuran. Namun Tasya masih  terus menggerakkan badannya. Dia tidak merasa lelah. Ia masih lincah menggerakkan badannya. Akhirnya musik aku matikan, Tasya berhenti menggerakkan badan sambil tersenyum.

Aku mengajak murid-murid untuk belajar kembali. Setelah selesai belajar tibalah waktunya mereka pulang. Tiba-tiba Tasya mendekatiku kemudian mengatakan supaya ia tidak di-bully teman-temannya akibat goyang perut. Aku menyemangati Tasya. Mengusap bahunya lalu mengatakan bahwa goyang perut Tasya itu bagus dan unik kemudian menasihati murid-murid di kelas agar tidak merundung Tasya.

Rico bertanya kepada Tasya apa manfaat goyang perut. Kemudian dengan percaya diri Tasya mengatakan bahwa goyang perut bisa membuat perut tidak buncit karena ia melihat ayah dan omnya perutnya buncit. “Biar agak kurus perutnya dan ramping badannya,” kata Tasya. 

Hahaha…hahaha….kami tertawa mendengar celoteh Tasya yang lucu. Lalu Tasya memeluk tubuhku dengan badannya. “Kamu hebat, Nak”, pujiku. Tasya tersenyum bahagia.