
Indonesia kaya budaya dan tradisi. Dengan 300an lebih suku dan etnis yang menghuni 17 ribu pulau, sudah kebayang kan bagaimana beragamnya kebudayaan dan tradisi di negara ini?
Salah satu hasil budayanya adalah konsep berpikir atau pandangan tentang hantu. Kita di sini cenderung percaya dengan hantu. Beda sama di luar negeri sana yang masyarakatnya memandang hantu sebagai mitos atau cerita dongeng.
Hantu memang telah lama menjadi bagian kepercayaan masyarakat Indonesia, utamanya mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Di Jawa, hantu diasosiasikan sebagai ruh penasaran. Di Sumatera sebagai jin. Di Sunda sebagai jejaden atau setan. Ada banyak jenisnya: pocong, kuntilanak, tuyul dan lain sebagainya.
Setiap daerah itu punya hantu khasnya masing-masing. Tergantung dari latar belakang budaya Kuntilanak di Jawa, Sulawesi, dan Sumatera itu beda bentuknya. Lalu hantu tanpa tubuh penghisap darah manusia di Bali disebut Leak sedangkan orang-orang Kalimantan menamainya kuyang.
Alasan kenapa orang Indonesia percaya hantu ada di Google. Menurut Google, kenapa kita masih percaya hantu itu ada tiga jawabannya. Pertama, kurangnya informasi dan ilmu pengetahuan. Kedua, masih mendapat pengaruh besar dari tradisi nenek moyang. Terakhir, tersebarnya cerita-cerita orang yang bertemu hantu.
Menurut saya, percaya atau tidak bukan masalah. Nggak perlu ribut atau berdebat sampai melotot. Namanya juga masyarakat yang beragam. Kita harus menghormati kepercayaan dan keyakinan masing-masing lalu menjauhi prasangka.




Leave a Reply