Hotspot Pribadi

Dok.Wikihow

Jika mendengar kata hotspot pasti kita berpikir artinya adalah berbagi internet dengan perangkat lain. Hotspot akses internet fleksibel dengan koneksi aman sekaligus praktis. Tidak perlu cari wifi, langsung konek dari handphone.

Untuk merefleksikan terhadap apa saja yang sudah aku lakukan tahun 2025, aku menjadi ‘hotspot’ ke suamiku. Setiap hal, dari yang menyenangkan sampai ke tidak menyenangkan selalu aku ceritakan pada suami. Dia kerap memberikan jawaban santai sehingga membuat pikiranku tenang. Praktis dan langsung nyambung.

Kadang perempuan lebih menggunakan perasaan, berbeda dengan laki-laki yang dominan memakai logika saat menghadapi masalah. Sehingga dalam mengatasinya perempuan kadang sedikit lamban. Tetapi dengan menjadi ‘hotspot’ pribadi—dengan laki-laki yang dekat, baik suami atau saudara—maka perempuan akan mendapat suplai nasihat atau kritik yang membangun.

Aku bersyukur kepada Tuhan bisa berkomunikasi, curhat atau sekadar berbagi kisah dengan suami. Begitu pula sebaliknya. Artinya kami sama-sama menjadi konek satu sama lain. Selain dengan suami aku juga mengoneksikan diri dengan Tuhan agar dia menuntunku menuju kebenaran dan ketenangan batin.

Punya ‘hotspot’ pribadi sangat enak. Bisa diandalkan. Kita tidak perlu mencari orang pintar untuk menyelesaikan masalah. Toh berbagi masalah kepada orang lain belum tentu melahirkan solusi terbaik bagi kita.

Tetapi tidak semuanya seperti itu juga. Barangkali ada teman atau sahabat yang bisa menjadi hotspot pribadi karena benar-benar memahami sifat kita dan bisa dipercaya. Ada kalanya memang, saat merefleksi diri kita perlu bercermin pada orang yang terdekat, baik itu suami, istri, saudara, atau teman akrab yang bisa diandalkan.