Jamur Agricinal

Dok. Wikihow

Haaaiiii! Setelah lewat bulan purnama akhirnya bertemu lagi dengan saya di Nyalanya Tenera. Hari ini saya ingin bercerita tentang kesibukan warga Agricinal yang berburu jamur setiap pulang kerja maupun pulang sekolah.

Kebetulan saat ini cuaca benar-benar tidak bisa diprediksi. Kadang siangnya panas lalu malamnya hujan deras, menyirami tanaman dan jakos yang mengelilingi pohon sawit. Sehingga, sekeliling pohon sawitnya langsung ditumbuhi jamur-jamur mungil yang menggoda para ibu rumah tangga untuk segera mengubahnya menjadi makanan nikmat seperti jamur krispi, mie goreng jamur, bakwan jamur, dan masih banyak lagi.

Setiap pulang beraktivitas, banyak ibu-ibu bahkan anak-anak membawa kantong kresek yang lumayan besar ke arah pohon sawit yang dikeliling jakos dengan semangat 45. Plus dengan harapan hidangan makan malam mereka adalah jamur.

Mereka asyik berburu jamur sawit. Apalagi bila malamnya hujan, sudah pasti jamur yang mereka dapat bisa memenuhi kantung yang mereka bawa. Bahkan ada yang sampai membawa karung beras 10 kg. Apalagi ibu rumah tangga, momen itu dapat menjadi ajang mencari tambahan uang belanja dapur.

Bila hari sudah sore, anak-anak akan berkeliling perumahan untuk menjual jamur yang mereka dapatkan—tapi yang sudah dibersihkan ya—sebab lumayan buat tambahan uang jajan mereka. Apalagi anak Tenera dan PT. Agricinal sangat menikmati kegiatan ini.

Sasaran utama mereka saat menjual jamur adalah guru. Sebab, guru mereka sulit menolak. Secara, para guru di sekolah mengajarkan mereka untuk menjadi anak yang mandiri, kreatif, memiliki jiwa wirausaha, penuh semangat, dan memiliki kearifan lokal.