
Malam itu aku memasang jebakan tikus dekat kamar mandi. Aku harap bisa mengurangi populasi tikus yang semakin meresahkan. Selang dua jam, dengan rasa penasaran, aku mengecek jebakan. Dari kejauhan, terlihat seperti ekor tikus terjepit di dalam jebakan. Lumayan pikirku, sambil mendekat.
Namun, saat hendak meraih jebakan itu, terdengar suara mendesis yang mengerikan. Bulu kudukku berdiri. Refleks, aku menarik tanganku. Ternyata, bukan tikus yang terperangkap, melainkan seekor ular! Ekornya terjepit, sedangkan kepalanya sembunyi di balik pecahan batako bekas kamar mandi yang berserakan. Emang sengaja tidak aku cor ulang karena sebagai pijakan mesin cuci.
Ular itu hitam legam dengan bentuk kepala yang mengingatkanku pada kobra. Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari ke dapur dan mendidihkan air. Dengan hati berdebar, air mendidih itu kusiramkan ke arah ular tersebut. Ular itu menggeliat, mendesis semakin keras, tapi tetap bertahan. Panik, aku mencoba cara lain.
Minyak goreng hangat kusiramkan, berharap bisa melumpuhkannya. Namun, ular itu tetap mendesis, semakin menakutkan. Aku mundur, mencari cara lain untuk mengusirnya. Kuraih sebatang bambu di belakang rumah. Saat aku benturkan bambu itu ke batako, ular itu langsung mendesis, seolah memberi peringatan. Aku terkejut. Ular itu masih sangat kuat.
Menyadari aku tidak bisa mengatasi ular itu sendirian, aku segera menelepon temanku, berharap dia bisa membantuku. Setelah menunggu dengan cemas selama 10 menit, akhirnya temanku datang. Dengan hati-hati, kami mendekati tumpukan batako. Tiba-tiba, ular itu keluar dengan gerakan cepat. Tanpa ragu, aku dan temanku menghantamkan bambu ke tubuh ular itu. Pukulan demi pukulan kami layangkan, hingga akhirnya ular itu tak berkutik lagi.
Napas kami tersengal. Rasa takut dan lega bercampur menjadi satu. Untung ada jebakan tikus pikirku kalau tidak mungkin ular itu sudah berkeliaran di dalam rumahku. Bahkan dapat membahayakan keluargaku.
Kami mengalahkan ular itu, tapi kejadian ini akan selalu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sejak saat itu, aku selalu lebih berhati-hati saat memasang jebakan tikus, dan selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi.




Leave a Reply