
Yup, sesuai judul: Kampung Kecil, tempat yang kami datangi saat perpisahan sekolah didesain seperti layaknya sebuah saung atau pondok yang dibangun dengan bambu. Tempatnya indah, pemandangannya mengarah ke pepohonan.
Cuaca sedang melankolis. Hujan. Makin menghidupkan suasana yang dibangun lewat musik relaksasi. Kami makan sambil menikmati sisa waktu menjadi anak SMP. Sebab, ketika sudah sampai di rumah masing-masing, mungkin kami tidak akan sering berjumpa lagi.
Di kampung kecil itu kami seperti saudara. Meski tak sedarah kehangatannya persis seperti itu. Kamera terus menyala, selalu ‘on’ di dekat kami untuk mengambil foto-foto indah. Hasilnya pasti bagus karena lampu kuning yang menerangi kami semua.
Kampung Kecil itu punya banyak kenangan tentang kami. Tempat kami singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Orang-orang di sana mungkin terheran karena melihat jumlah kami yang banyak tapi kami sebagai anak Tenera selalu menjunjung tinggi 5 S. Di mana pun berada, kami ramai tetapi tidak mengganggu kenyamanan orang lain.




Leave a Reply