
Saya pertama kali menginjakkan kaki di Universitas Bengkulu (UNIB) bulan lalu, saat acara perpisahan SMP Tenea. Kami begitu senang bisa sampai di universitas yang sebagus itu. Sebagian dari kami bermimpi masuk ke sana. Mata mereka penuh harapan dan saya bisa melihatnya dengan jelas.
Di sana saya melihat kakak-kakak UNIB sedang berfoto dengan teman-temannya. Semoga kami bisa sampai di titik itu.
Banyak yang bilang begini: untuk apa sih kuliah, kan perempuan ujung-ujungnya di dapur atau kuliah tidak menentukan sukses atau tidaknya seseorang. Menurut Salsa kuliah itu bukan saling kejar-kejaran sukses.
Sukses itu memang harus tapi kuliah itu jalan agar Salsa bisa lebih berkembang, dari pola pikir sampai hal-hal lainnya. Tetapi kuliah juga bisa bikin orang rumah pusing karena kebanyakan mahasiswa itu mementingkan gengsi.
Di UNIB kami tidak mau kalah dengan kakak-kakak mahasiswa. Kami juga berfoto dengan riang gembira. Kami mengumpulkan dokumentasi untuk kenang-kenangan. Foto bersama guru-guru, teman-teman, dan selfie.
Biasanya teman laki-laki kami itu jahil semua, tetapi saat di UNIB mereka mendadak dewasa. Mereka pegang HP tapi tidak untuk bermain game. Mereka melakukan hal yang seperti kami lakukan: mengumpulkan kenangan karena kami sama-sama tahu yang kayak gini mahal cerita dan kenangannya.




Leave a Reply