Kembali Bermain ke Pusat Pelatihan Gajah

Pelajar SMP Tenera berfoto bersama para gajah yang mereka inginkan setelah selesai membuat poster

Hari yang membahagiakan menghabiskan waktu setengah hari bersama siswa SMP Tenera ke Pusat Pelatihan Gajah ( PLG ) Sebelat Putri Hijau Bengkulu Utara. Tentu saja dalam Program OSIS SMP Tenera. Terakhir ke PLG  dua tahun yang lalu bersama anak anak TK Tenera, kali ini bersama kakak-kakak SMP.

Berangkat dari sekolah pukul 08.10 WIB sampai di sana kurang lebih 09.30 WIB. Entah kenapa keberangkatan itu memakan waktu lebih panjang dari rute pulang. Ini masih menjadi pertanyaan di sebagian benak anak-anak termasuk aku.

Air sungai yang jernih, hutan yang masih dilindungi—tentu saja beberapa gajah dengan beberapa pawang dan polisi hutan—menemani kami dalam kegiatan itu.

Apakah kami bahagia? Tentu saja. Game yang seru dan ilmu pun dicurah oleh Pak Mustadin dan Bang Alif. Mereka memberi informasi sejarah PLG dibentuk, dari alasan Suka Baru dipilih sebagai lokasi PLG, jumlah gajah sampai kebiasaan serta karakter mereka. Ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita tim pencinta alam.

Membelai badan gajah dan berfoto dengan Nelson (gajah tertua di PLG) merupakan momen yang   sangat menggembirakan. Satu kaki Nelson itu ukurannya 1,5 kali orang dewasa. Besar sekali. Aku yang sedang mengambil beberapa detik foto di sampingnya menjadi sedikit was-was, khawatir kaki Nelson menyenggol badanku. Namun, sang pawang yang andal mampu menjinakan Nelson sehingga dia bisa berpose cantik bersamaku dan para siswa SMP Tenera.

Eitss, kamu harus tahu. Naik di punggung gajah itu dilarang loh. Sebab, bisa bikin gajah sakit dan stres karena tekanan pada tulang belakang mereka. Selain itu naik ke punggung gajah merupakan termasuk ekploitasi hewan untuk kepentingan manusia.

Kurang lebih empat jam kami menghabiskan waktu di PLG. Bermain sambil menarik ilmu pastinya. Mengenal satwa dan bermain sejenak dengan mereka. Menyentuh tubuh gajah, memegang gadingnya bahkan anak anak ada yang duduk di belalai gajah. Keren, mereka berani. Tentu saja semua ini di bawah pantauan sang pawang.

Terima kasih Pak Pawang, Pak Mustadin dan Bang Alif telah menemani kami selama beberapa jam. Terima kasih Nelson, sehat sehat selalu. Semoga di waktu mendatang kita bisa bersua kembali. Senang berjumpa dan berpose denganmu