Menghadapi Penyerobot Antrean adalah Pekerjaan Melelahkan

Dok. Wikihow

Suatu hari saya menjadi kasir pengganti. Saya berharap hari itu akan menyenangkan tetapi kenyataannya tidak karena ada beberapa konsumen yang sulit diajak kerja sama.

Contoh kecil, konsumen yang dengan santainya masuk berbelanja menggunakan alas kaki. Dengan nada dan kalimat tersopan saya bicara pada konsumen itu, mengingatkan agar alas kakinya dilepas terlebih dahulu. Namun, dia tidak suka ditegur lalu marah.

“Cuma sebentar, mau beli roti dan tidak kotor,” jawabnya dengan nada ketus kemudian marah-marah.

Daripada melawan lau dapat dosa dan dibilang cerewet saya diam saja. Belum lagi di hari opname ada pelanggan lain tiba-tiba mau duluan. Saya menjawab dengan sopan, “maaf ya Pak komputernya hanya satu dan saya sendirian. Tunggu dulu ya Pak,” kata saya yang dibalas dengan kemarahan si bapak.

Si bapak itu bentak-bentak saya di dalam antrian. Di depan para pelanggan lain. Mau pejabat tinggi yang belanja atau warga biasa, kita harus saling menghargai dan membudayakan tertib. Kasihan pelanggan lain yang antre lebih dulu, terus tiba-tiba diserobot begitu saja. Bisa-bisa saya kena omel pelanggan lainnya.

Semoga bapaknya ke depan lebih baik lagi ketika belanja di Mathagia. Mau tertib dan ikut aturan. Sekian cerita saya.