Kenangan Si Hitam Manis BlackBerry

Dok. Wikihow

Hitam manis hitam manis yang hitam manis/Pandang tak jemu pandang tak jemu/Yang hitam manis pandang tak jemu

Lagu yang dibawakan Emilia Contessa dan Mus Mulyadi itu sering aku nyanyikan tahun 2010. Waktu itu ponsel BlackBerry populer. Di mana-mana ada foto BlackBerry. Di spanduk, umbul-umbul, dan baliho terpampang si hitam manis BlacBerry. Aku ingin sekali memilikinya, namun apa daya belum sanggup membelinya.

Siapa pun yang punya Blackberry pasti orang kaya. Begitulah rumor di masyarakat pada tahun 2010.  Semua orang, termasuk aku, menyukai ponsel itu. Waktu itu harga ponsel BlackBerry berkisar Rp4-6 juta sedangkan upah minimum regional (UMR) pada saat itu masih Rp1,1 juta. Aku hanya bisa berkhayal kapan punya barang mahal itu.

Aku sangat menyukai desain BlackBery. Warna hitam dipadu dengan sedikit warna putih terlihat elegan. Selain warnanya yang menarik—karena hitam adalah warna favoritku—bodinya lebar dan kokoh sehingga saat memegang ponsel ini jari-jari kita terasa benar memegangnya dan membuat lebih leluasa mengetik. BlackBerry dilengkapi pin unik dan beberapa aplikasi populer.

Keinginanku semakin kuat ingin memiliki ponsel itu. Aku menabung sejumlah uang yang cukup besar dalam satu tahun.  Pada tahun berikutnya tabunganku sudah terkumpul, cukup untuk membeli ponsel ini. Aku bertanya pada abangku di mana membeli BlackBerry. Abangku terkejut dan menanyakan dari mana uang sebanyak itu. Lalu aku ceritakan bahwa aku menabung.  Kami pun berangkat ke toko.

Betapa senang hatiku. Ponsel BlackBerry sudah ada di tanganku. Aku cium ponsel ini saking bahagianya. Aku menggagungkan ponsel BlackBerry selama beberapa tahun. Aku juga menyukai nada deringnya.

Sekitar tahun 2019 layanan BlackBerry Messenger (BBM) secara resmi ditutup untuk semua perangkat termasuk Android dan ios. Kemudian pada tanggal 4 Januari 2022 hari terakhir aktifnya sistem operasi BlackBerry. Dan setelah itu, perangkatnya tidak bisa lagi digunakan melakukan atau menerima panggilan telepon termasuk nomor darurat. Tidak bisa mengisi atau menerima SMS serta tidak dapat mengakses data internet atau Wifi.

Walau BlackBerry sudah punah dan tidak bisa dipergunakan lagi tetapi aku masih memiliki kenangan tersendiri pada ponsel BlackBerry. Banyak foto anakku ketika balita dengan gaya yang lucu yang masih tersimpan dalam ponsel Blackberry.