
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun, lingkungan belum tentu satu tubuh dan pemikiran dengan kita. Nah, ketika kesenjangan itu terjadi, datanglah stres, sebuah kondisi yang mempengaruhi mood dan mengganggu waktu tidur.
Banyak cara untuk mengurangi stres seperti berolahraga, makan, dan belanja. Bagiku, obat stres paling mujarab adalah nongkrong bareng sahabat. Pokoknya jika ada beban yang membuat hidupku mau runtuh biasanya aku akan curhat ke sahabat. Kami bisa membahas hal-hal receh sampai elit. Tertawa terbahak-bahak sampai sedih bersama.
Persahabatan itu kami namai Genk Siberat Tour. Anak, bapak, dan ibu semuanya bersahabat. Saat ada waktu senggang kami upayakan untuk liburan bareng.
Ada momen haru. Salah satu sahabat pindah rumah karena resign dari pekerjaan. Memang masih satu kecamatan, tetapi jarak tempat tinggal kami semakin jauh dan memperkecil peluang kumpul. Waktu makin sedikit. Semoga jarak tidak mengurangi kekuatan persahabatan kami.
Ada hal lain yang meningkatkan imun tubuhku yaitu ketika kebun sawit yang kami rawat dari kecil tumbuh subur dan berbuah dengan baik. Keluarga kami segera pergi ke kebun untuk menebas rumput, menyemprot, dan membersihkan piringan sawit. Saya juga ikut mengutip brondolan yang tertinggal di piringan ketika panen. Pekerjaan itu memang menguras tenaga tetapi membuat hati bahagia.
Stres tidak mungkin dihindari sepanjang hayat masih di kandung badan. Tinggal bagaimana caranya kita mengatasinya. Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi stres. Intinya, selama kita masih hidup, hadapi saja!




Leave a Reply