
Lima belas tahun yang lalu, kau dilahirkan di bawah gugusan awan kelabu yang sendu. Kata orang-orang tua, nama yang diberikan orangtua kita penuh makna. Namamu adalah kegigihan. Sebuah kesempurnaan dalam segala hal sekaligus idealis.
Aku bangga melihatmu tumbuh dengan baik. Aku bangga karena kau masih bertahan. Aku bangga karena kau masih bersedia datang ke sekolah meski kehilangan tujuan.
Aku bangga karena di usiamu yang sekarang, kau sudah menyadari bahwa dunia ini sangat kompleks dan kau tidak bisa selalu menjadi yang terbaik. Namun, kau masih mau berkorban banyak hal untuk menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Aku bangga dengan dirimu yang sekarang. Yang terus merasa baik-baik saja saat realita kerap membuatmu tersungkur. Yang masih menyempatkan diri berbahagia dengan mendengar musik atau bercerita saat ukuran-ukuran dunia mulai mengepung lalu menekanmu.
Maaf ya karena tidak semua orang bisa menerima dan memahamimu dengan baik. Namun, aku harap kau tidak memandang mereka sebagai antagonis dalam ceritamu. Aku berharap kau terus memberikan senyuman dan usaha terbaik karena suatu saat ini kau akan dimengerti dunia.




Leave a Reply