Pulang Woy!!

Dok.Wikihow

Untuk Mbak yang sedang jauh di sana, pulang woy!! Adik kecilmu ini sudah rindu. Pulanglah ke kota asalmu, ke rumah. Apa Mbak nggak merindukan adik kecil kecil yang cantik ini?

Mbak, aku tahu ketika kita serumah banyak berantemnya. Banyak ngomelnya. Sering dongkolnya. Aku tahu kita nggak pernah akur, selera kita terhadap sesuatu hal itu macam siang dan malam, nggak pernah ketemu. Namun, tanpamu rasanya rumah ini ada yang kurang, sepi.

Alay banget nggak sih Mbak? Namun begitulah kenyataannya. Ganjil rumah ini tanpamu.

256 hari sudah kamu meninggalkan rumah. Masa sih nggak rindu sama adikmu yang cute ini? Kalau Mbak baca surat ini, sebenarnya aku mau cerita banyak. Tentang teman, cinta, random lah pokoknya. Setelah cerita sama Mbak itu aku sering tercerahkan. Ada saja kata-kata yang bikin aku bangun lagi, bangkit dari keterpurukan.

Aku butuh Mbak untuk jadi sandaran. Meski nggak bisa lama-lama sih bersandarnya karena pasti Mbak ngomel. Bapak mamak juga membutuhkan mbak di sini. Ayo lekas pulang, Mbak.