
Hari itu saya diantar orangtua ke sekolah. Setelah turun dari motor, orangtua tiba-tiba memberi saya uang saku. Tidak banyak tetapi membuat hati saya tersentuh. Soalnya saya jarang-jarang diberi uang. Paling juga beberapa hari sekali.
Pagi itu pengen mewek deh rasanya. Apalagi setelah mereka bilang, ‘ini uang buat jajan’ ke saya. Saya tahu perjuangan orangtua mencari uang sehingga momen itu bikin saya senang setengah mati. Saya jarang minta atau dikasih uang karena kehidupan kami yang pas-pasan.
Biasanya uang saku yang diberi beberapa hari sekali itu saya pakai untuk keperluan sekolah. Beli peralatan atau kaus kaki. Namun, tidak bisa sekali beli karena harus dikumpulkan dahulu. Saya sering menahan lapar agar keperluan sekolah saya terpenuhi.
Namun, hari itu uang saku dari mereka saya habiskan di kantin karena perut keroncongan parah. Ludes sudah. Mungkin tidak apa-apa karena saya jarang banget bisa makan sampai kenyang. Lagipula celengan saya di rumah sudah gemuk.




Leave a Reply