
Seperti apa aku dalam sepuluh tahun mendatang? Mungkin sudah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan tinggi. Mungkin juga sudah menikah. Ah, konyol sekali kemungkinan terakhir itu.
Sebab tidak pernah sedikit pun sebelum menulis tema ini untuk menikah di usia 25 tahun. Menikah itu sedikit konyol. Banyak hal yang jauh lebih berguna daripada menikah di usia muda.
Barangkali aku akan menjadi perempuan mandiri di usia 25 tahun. Lebih fokus ke keluarga dan karier. Seorang perempuan dewasa yang ingin membalas masa remaja yang entah.
Seorang wanita independen yang kariernya bisa membahagiakan orangtua ke tanah suci Makkah. Perempuan yang bisa mencoret harapan demi harapan di buku harian masa remaja. Beli ini itu memenuhi keinginan yang tak kesampaian.
Masa depan adalah misteri dan ramalan akan tetap menjadi ramalan bila tidak diusahakan. Diupayakan dengan segenap hati dan kekuatan. Aku akan berusaha mengejar semua keinginanku itu dari sekarang. Dan semoga bapak dan mamak terus menemani perjalanan sampai aku memang ingin menikah nanti.




Leave a Reply