Menjelajahi Mimpi ke Lautan Lepas

Dok. Wikihow

Namaku Zahra Octaviana. Aku suka laut dan sepuluh tahun dari sekarang gambaran hidupku kurang lebih seperti ini. 

Aku mengawali perjalanan panjang sebagai pelaut dengan kegagalan. Aku ditolak Universitas Maritim AMNI Semarang. Namun aku tidak menyerah begitu saja. Aku terus berusaha, belajar keras setiap hari dan berdoa pada Allah sehingga diterima.

Ketekunanku di universitas membawaku ke organisasi mahasiswa pelayaran. Organisasi itu kemudian mengajak magang ke PT. Pelayaran Indonesia (Pelni). Kinerjaku membaik sehingga aku resmi diangkat menjadi Taruni di kapal kargo NV Niaga Hahari lalu mengarungi lautan lepas.

Badai datang. Derunya menciutkan nyali para awak kapal. Mesin pun mati total. Dengan segenap keberanian dan ketangkasan yang tersisa aku bertaruh nyawa membereskan semuanya. Kenekatan itu membuatku dipromosikan menjadi wakil kapten.

Posisi wakil kapten melambungkan namaku. Menambah kepercayaan orang-orang di sekitar dan klien bisnis kapal. Aku memulai bisnis kargo kecil-kecilan dan di tengah prosesnya Allah mempertemukan jodohku. Kami menikah lalu dikarunia dua anak super lucu.

Setelah itu aku menguras setengah tabungan, mendirikan yayasan untuk para perempuan yang ingin mengembangkan karier di bidang pelayaran dan bisnis. Aku menjadi pengusaha sukses lalu mendapat penghargaan atas kontribusi pada industri pelayaran dan pendidikan. Dan semua dimulai saat badai.