Pelanggan Bernama Pak Loyal

Dok. Wikihow

Di Toko Mathagia ada pelanggan bernama Pak Loyal. Hampir setiap hari beliau datang dengan penampilan sama: pakaian kerja dan sepatu boots. Selalu membawa senyum tipis saat masuk ke toko.

Pak Loyal tidak pernah bilang mau beli apa. Dia cuma datang, berdiri di depan meja kasir, memanggil kami, lalu berkata, “biasa…”

Dan ajaibnya tanpa bertanya, sang kasir segera mengambil barang yang Pak Loyal maksudkan. Setelah itu dia tersenyum lalu mengucapkan terima kasih dengan lembut. Momen yang sebenarnya biasa-biasa saja itu ternyata mengagetkan pegawai baru.

“Kamu sampai hapal apa yang dicari sama Pak Loyal,” kata pegawai baru.

“Ngga usah heran karena Pak Loyal setiap hari selalu membeli barang yang sama,” jawab pegawai lama Mathagia.

Suatu hari, pegawai baru salah mengambil barang yang diinginkan Pak Loyal. Merknya sama tetapi beda varian. Pak Loyal diam menatap barang yang kini sudah berpindah ke tangannya itu. Rasanya, tatapannya saat itu seperti melihat pengkhianatan terbesar dalam hidup.

“Bukan yang itu, tapi yang satunya,” tegur pegawai lama. Ia tak mau momen itu berlangsung lama.

Tahu sudah melakukan kesalahan, pegawai baru dengan sigap mengganti barang di tangan Pak Loyal sambil meminta maaf. Dan seketika raut wajah Pak Loyal berubah. Semringah. Sejak saat itu pegawai baru mulai hapal dengan barang-barang yang diinginkan Pak Loyal. Bahkan ketika dia baru masuk toko, kami sudah mengambilkan barang yang dia mau.

Bagi orang lain mungkin hal tersebut biasa saja tetapi bagi kami, pegawai Mathagia, pelanggan seperti Pak Loyal itu membuat suasana toko semakin hangat. Dan benar juga ternyata, kadang yang membuat orang betah di sebuah toko bukan cuma barang tetapi keakrabannya.