
Desa Putri Hijau geger dengan kematian seorang perempuan muda bernama Anna di rumahnya. Anna ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Wajahnya nyaris tak dikenali lagi akibat sayatan benda tajam.
Polisi pun menginvestigasi kasus itu dengan serius. Menginterogasi orang-orang terdekat Anna. Orangtua, keluarga, teman, dan pacar Anna ditanyai tetapi hasilnya nihil. Polisi kesulitan, gagal menemukan motif pembunuhan.
Kasus itu penuh misteri. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam investigasi lanjutan. Saksi dan bukti mengarah pada Rio, pacar Anna. Warga desa juga sudah mencurigai Rio sejak lama. Polisi menyelidiki Rio lebih dalam, mencecarnya dengan pertanyaan menjebak.
Rio akhirnya mengakui bahwa memang dia pelakunya. Motifnya dendam karena Anna memutuskan hubungan. Ia menceritakan kronologi pembunuhan itu sambil menyeringai di hadapan polisi.
Malam itu Rio ke rumah Anna. Ia membawa pisau besar di balik punggungnya. Mereka sempat cekcok besar sebelum Rio menusuk wajah Anna berulang kali dengan pisau. Setelah menuntaskan dendam itu Rio keluar rumah Anna dengan perasaan sangat puas. Sakit!
Rio melanjutkan keterangannya. Ia puas melihat wajah Anna bersimbah darah karena tidak akan ada laki-laki yang akan mendekati mantan pacarnya itu di kemudian hari. Bagi polisi, pengakuan itu sudah cukup untuk membawa Rio ke penjara dan menghabiskan waktu lama di sana.




Leave a Reply