Peran Sahabat Sebenarnya

Dok.Wikihow

Saya kagum dengan teman yang sudah satu tahun ini menjadi sahabat saya. Sebenarnya saya heran dengan diri sendiri karena mempercayainya meski baru berteman satu tahun. Saya percaya dia adalah orang yang layak dan pantas mengetahui seluruh rahasia yang bahkan orangtua saya tidak ketahui.

Ada yang bilang namanya sahabat itu saling melengkapi. Orang beda perangai bisa kok jadi sahabat bila saling menerima dan mengingatkan satu sama lain. Mampu menerima setiap perangai yang lainnya tanpa mengeluh atau membicarakannya di belakang.

Dia orang yang sabar sedangkan saya sebaliknya. Saya paling sulit memendam amarah dan kesal. Saya mengumpat ketika emosi. Dan dia selalu menenangkan saya ketika darah di tubuh ini mendidih seperti air panas. Dia juga tidak pernah sekali pun marah ketika saya melakukan kesalahan.

Saya beruntung punya sahabat seperti dia. Semoga sahabat kalian seperti dia juga. Selalu ada dan melindungi kita dari setiap ancaman dan memahami lalu meluruskan tiap perilaku yang mulai bengkok.