Pondokan Sakato 20 Tahun Lalu

Dok.Wikihow

Pondokan Sakato namanya. Kos-kosan ketika kami kuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) 20 tahun lalu. Kami tinggal di kos-kosan yang beralamat di Jalan Parkit 1 No.8 Air Tawar Barat, Padang, itu hingga wisuda. 

Ibu kos sangat baik. Namanya Uni Ika. Tidak pernah menagih uang kos yang terlambat sampai lima bulan. Setiap kali pulang dari luar kota selalu bawa oleh-oleh untuk mahasiswa di kos. Dia sudah seperti orangtua bagi kami, tempat curhat dan minta bantuan. 

Teman-teman dalam grup Whatsap “Sakato KWS” masih sering komunikasi hingga sekarang. Kami selalu berharap bisa reunian di Pondokan Sakato. Kumpul seperti dulu, tertawa, menangis, dan bertengkar bersama. Teman-teman yang ngekos di Pondokan Sakato sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang jadi Wali Nagari (Kepala Desa), pegawai, dan ada pula yang sibuk di sawah.

Banyak kenangan di kos-kosan Pondokan Sakato. Awal kuliah kulit kami menghitam. Membirong karena tiap sore main ke pantai dekat kos-kosan. Maklum, desaku di Curup Rebong jauh dari pantai sehingga senang bukan main ketika bertemu pasir dan laut. Teman-teman sering mengejek saya karena wajah saya hitam, mirip helm. Setiap masuk kos, mereka bilang “kalau masuk kosan buka helm ya” terus menerus. Saya tertawa karena senang dibuatnya.

Masa lalu sungguh menyenangkan. Aku sangat rindu masa-masa itu. Waktu di mana kami belum mengenal beras dan cicilan bank.

Pepatah jaga lima perkara sebelum lima perkara memang benar adanya. Di antara lima perkara tersebut adalah jaga masa muda sebelum tua. Jaga masa lapang sebelum datang sempitmu. Maknanya, nikmati masa muda bersama teman-teman karena sangat berkesan di kemudian hari dan bersenang-senanglah sebelum datang kesempitan.