
2024 menjadi tahun yang berat. Satu kasus menyeret namaku. Pindah tempat kerja untuk kedua kalinya dalam satu tahun. Mulai dari awal lagi, membangun lalu menata hal-hal baru dari suasana, rekan, dan lain sebagainya.
Belum lagi hal-hal besar yang terjadi dalam rumah tangga. Aaaakh kenapa jalan tak semulus yang dibayangkan. Perasaan kecewa dan sakit yang terus datang membuat hari-hari tak keruan. Bayang kesuraman itu sama persis dengan musim hujan di akhir tahun ini. Membuat jalanan becek, yang berlubang terisi air, dan kadang badai datang tak terduga.
Untungnya aku punya dua anak selalu ada. Mereka menghiburku, mengobati luka yang ternganga. Tingkah anak-anak didik di sekolah turut melipur lara. Mereka memberi kekuatan saat hatiku rapuh.
Kadang sulit menerima nasib buruk. Namun, hidup harus terus berjalan. Bahuku harus tetap kuat karena menjadi tempat bersandar banyak orang. Mungkin Tuhan sedang memberi tahu bawah perjuanganku belum tamat. Aku harus melangkah lagi, lebih kuat. Lebih cekat.
Desember ini aku tutup dahulu dengan membiarkan semuanya berlalu. Aku tak ingin mengingat momen-momen menyakitkan yang terjadi di bulan-bulan sebelumnya. Aku yakin badai ini tidak semata-mata datang untuk memporak-porandakan hidupku. Barangkali setiap orang butuh dihantam badai sebelum tumbuh lebih besar.
Untuk sesuatu yang lebih besar kita harus menangguhkan perasaan sejenak. Dan sepanjang 2024 kemarin, ternyata aku mampu setegar itu. Aku masih berdiri dan melanjutkan hidup walau ada banyak hal yang terus mengikis kebahagiaanku.




Leave a Reply