
Khushal Khan, seorang mahasiswa India yang kuliah di Wageningen Univesity & Research Belanda datang ke Agricinal. Dia mau meneliti sawit dan tanaman pisang (tumpang sari). Di sela-sela penelitian dia berkunjung ke SMP Tenera.
Kami berkumpul di lobi. Murid dan para guru menyambut Kushall Khan dengan hangat. Setelah berkenalan, dia menceritakan dirinya dan perjalanan-perjalannya. Ia sudah 50 hari di Bengkulu Utara. Sangat nyaman dan betah karena Bengkulu Utara beriklim tropis dan punya banyak makanan enak. Khushal bahkan tergila-gila pada sate
Sebelum mendarat di Bengkulu khususnya Agricinal, ia sempat ke Candi Prambanan di perbatasan Sleman-Klaten. Khushal mengetahui Agricinal dari dosen bernama Maya. Menurut Maya, Agricinal cocok menjadi wilayah penelitian tugas program S2 Khushal.
Khushal tak berpikir panjang. Dia segera memilih Indonesia dari banyak negara lain sebagai wilayah penelitian. Sebab, menurutnya tanah di Indonesia jauh lebih subur dibanding negara lain. Ragam tanamannya juga banyak. Orang-orang Indonesia juga sangat menarik, unik, sekaligus ramah baginya. Apalagi dia punya banyak teman dari Indonesia di Wageningen.
Kusheel beranggapan bahwa mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia lebih baik dan pintar dari orang-orang Eropa. Namun, mahasiswa Indonesia harus punya rasa percaya diri tinggi untuk memaksimalkan semua potensinya.
Satu hal yang paling saya suka dari Khushal dibanding peneliti lain dari luar negeri yang mampir ke Tenera adalah mampu memahami potensi setiap siswa. Ia segera menyadari masalah itu ketika ngobrol dengan kami lalu memompa dengan motivasi-motivasi keren.




Leave a Reply