Ketika Rumahku Kebobolan

Mulanya aku dan kakak tinggal bersama orangtua kami di dekat sekolah SMA Tenera. Namun, ketika kakak mendapat pekerjaan di sebuah desa yang letaknya jauh dari sekolah, aku disuruh menemaninya sehingga kami berpisah dengan orangtua.

Setiap hari aku berangkat sekolah jam tujuh pagi. Sampai di rumah kakak di desa jam tiga sore. Setelah ganti baju aku melanjutkan hobiku yaitu bermain voli. Sebelum maghrib sudah kembali ke rumah, istirahat sebentar, lalu malamnya aku melatih silat sampai subuh.

Aktivitas itu aku lakukan hampir setiap hari. Rumah di desa semacam terminal bagi kami. Hanya tempat untuk gaji baju, makan, dan menumpang tidur saja. Selebihnya kami di luar rumah. Sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jangan salah paham dulu, kami jarang di rumah karena melakukan kegiatan positif. Bukan anak liar atau semacamnya.

Pagi itu sama saja seperti hari-hari lain yang telah kami lewati. Setelah sarapan kami melakukan aktivitas masing-masing. Aku sekolah sedangkan kakak bekerja. Seperti biasa, setelah mengunci pintu dan jendela, kami menaruh kunci rumah di tempat rahasia. Hanya keluarga kami yang mengetahui letaknya. Lagipula sudah satu tahun kami tinggal di sana dan tidak ada kekhawatiran kemalingan karena selalu aman-aman saja.

Aku melihat pintu sudah terbuka lebar ketika sampai di halaman. Oh, mungkin orangtuaku datang ke rumah, begitu kataku dalam hati. Namun saat masuk mau rumah aku merasa ada yang ganjil. Kunci terpasang di lubang pintu tetapi tidak ada siapa pun di dalam rumah.

Aku telepon kakak. Dari suaranya aku tahu dia terkejut setengah mati lalu menyuruhku mengecek setiap ruangan. Kamar tamu dan kamar tidur kakak semua aman. Tidak ada yang berubah. Namun aku segera lemas ketika melihat kamarku sudah berantakan. Uang tabungan dan berasku lenyap tidak bersisa.

Entah siapa yang membobol rumah kami tetapi aku yakin pelakunya ada di sekitar kami. Sebab, dia bisa tahu tempat kami biasa menyimpan kunci. Sejak saat itu kami tidak pernah santai ketika meninggalkan rumah. Kunci selalu kami bawa dan double check sebelum melangkah pergi.