Ibu-ibu Ngeselin

Dok. Wikihow.life

Halo teman-teman ketemu lagi sama aku Chelsi Oktavia. Ketemu lagi di cerita kedua selama kerja di Mathagia. Banyak yang mau aku ceritakan tetapi aku bingung mau mulai dari mana. Dan kali ini aku masih mau cerita tentang ibu-ibu ngeselin yang belanja di Mathagia.

Ini masih dengan ibu-ibu yang sama seperti cerita pertama ya guys (baca: Perkara Senyum dan Ikan di Mathagia).

Cerita dimulai ketika aku kerja satu shift dengan Fatma. Waktu itu ibu-ibu itu jajan aku kebetulan menggantikan Fatma jaga kasir karena dia punya kesibukan lain. Ibu-ibu ini beli rokok mentol. Harga rokok itu Rp19 ribu, diskon seribu rupiah kalau nggak bon (utang).

Nah, beliau membayar dengan uang Rp20 ribu dan otomatis kembali Rp2 ribu. Setelah dia bayar lalu keluar toko, tiba-tiba beliau masuk lagi. Protes.

“Kok segini kembaliannya?”

“Iya Bu, karena harga rokoknya Rp19 karena diskon jadi Rp18 ribu,” jawabku.

“Naik lagi? Naik-naik terus Mathagia ini,” semburnya.

Aku diam saja sampai dia bertanya lagi kapan sayuran sampai ke Mathagia. Aku jawab bahwa sayuran mungkin akan sampai sebentar lagi. “Lama kali. Sudah jam berapa ini? Gak ada jam di Mathagia? Minta lah sama bos kalian,” katanya dan aku jawab sebatas iya saja.

Tak lama kemudian datang bapak-bapak yang beli rokok juga. Sebelum belanja dia menyapa ibu ini.

“Belanja Bu?”

“Iya, inilah beli rokok mahal naik-naik terus harganya. Cari duit susah harga barangnya mahal. Mau belanja di luar nggak boleh, belanja di sini malah dipersulit,” kata ibu itu.

Mendengar jawaban itu sang bapak cuma tertawa saja.

Sekian cerita bulan ini. Sampai bertemu dalam cerita selanjutnya bulan depan—by the way sambil mencari momen-momen ngeselin dulu sebelum nulis lagi.