Bisa karena Terbiasa: Soal Pel di Mathagia

Dok. Wikihow

Nama saya Ray Yonathan Siburian. Saya karyawan baru di Mathagia September 2025 ini. Saya karyawan cowok satu-satunya di Mathagia. Sejauh ini pengalaman paling berkesan di Mathagia adalah ketika bersih-bersih toko di pagi hari bersama rekan-rekan kerja.

Pagi itu cerah. Matahari menyinari toko dengan sempurna. Saya menyapu teras toko yang sangat kotor karena debu, efek dari keringnya iklim. Dari hujan yang jarang datang. Setelah menyapu saya melanjutkan mengepel teras. Saya merasa aneh dengan alat pel yang digunakan kawan-kawan karena berbeda dengan saya pakai di rumah.

“Apa ini ya alat pelnya? Bukan yang diperas menggunakan tangan ya?” tanya saya ke kawan-kawan.

Mereka mantap menjawab bahwa itulah pelnya. Saya kemudian mencoba pel itu tanpa tutorial dari mereka. Saya kesulitan ketika pertama kali menggunakannya. Saya tekan ke bawah dengan kuat, alhasil pelnya berputar sedikit. Saat itu sudah ada pelanggan di Mathagia dan mereka melihat saya sambil menahan tawa. Saya pun merasa malu diperhatikan begitu, tepat ketika saya kewalahan menggunakan pel tersebut.

Setelah saya amati lagi, ternyata ada tuas bantu supaya kain pel itu bisa ditarik ke atas begitu pula sebaliknya, dapat ditekan ke bawah sehingga dapat berputar. Setelah saya pikir-pikir, semua kegiatan di dalam dan di luar lingkungan kerja apabila ditekuni pasti bisa juga. Bisa karena terbiasa.

Sama seperti kegiatan saya sebelum kerja di Mathagia. Di mana saya sebelumnya bekerja merawat kebun dan mengemudikan mobil. Semua dimulai dengan cara yang tidak instan, ditekuni. Mungkin ketika teman-teman semua mengalami kendala pasti merasa bingung menyelesaikan atau melewati masalah tersebut. Namun, setiap masalah pasti ada solusinya meski tidak datang secara tiba-tiba.