
Berbicara tentang guru favorit, dengan senang hati aku akan bercerita tentang para bapak guru. Biasalah ketika kaum perempuan menyukai guru cowok, apalagi kalau pak guru itu masih muda, lajang, dan murah senyum. Bakal klepek-klepek nih aku.
Singkat kata, mulai dari tingkat dasar sampe tingkat atas pak guru dan pak dosen seperti vitamin tambahan buatku.
Alkisah di sekolah menengah pertama. Seorang guru baru pindahan Bandung datang. Ibarat perempuan, dia itu jenis geulis pisan. Nah kegantengan si bapak ini kelasnya atau selevel Lee Min Ho.
Dia mengajar matematika. Tahu kan Matematika itu jenis ilmu yang gimana riweuh-nya. Namun si bapak Lee Min Ho ini mampu mengubah matematika menjadi eskrim yang begitu yummy dalam kelas.
Tak ada satu siswi pun yang tidak menyukai matematika waktu itu. Tak ada satu siswi pun yang mau meninggalkan kelas lalu ke toilet bila jam beliau tiba, termasuk aku. Rugi rasanya bila melewatkan jam bersama beliau.
Pak Lucky, juga termasuk dosen favoritku. Cakep, murah senyum, ramah dan terakhir rajin mentraktirku. Beliau humble n generous-nya berlebihan. Belum ada kan dosen yang traktir mahasiswanya? Kebanyakan minta bawa ini itu ke mahasiswa.
Bapak ini beda. Saat sedang kosong dia ikut nongkrong bareng kami di koperasi. Bukan cuma ngobrol tapi dia juga mentraktir. Teh botolan atau kotakan kotak pasti meluncur ke tangan geng kami. Andaikan semua guru dan dosenku seperti ini, pasti mamak tak pusing mikirin uang jajanku dulu hahaha.
Itulah alasan mengapa sekarang aku suka mentraktir siswa walau cuma sebutir permen. Sebab, aku tahu betapa bangga dan senangnya aku waktu sekolah dulu ketika mendapatkannya dari guru.




Leave a Reply