Keluar Rumah Bikin Hepi

Dok. Wikihow

Lebaran sudah datang. Gak tahu mau ke mana, makanya aku di rumah saja. Orangtua sibuk kerja. Adik sibuk mikir mau jajan apa. Aku sibuk berpikir mau keluar rumah saja tapi tidak bisa.

Papaku sibuk mikir CPO jadi dia merepet. Gak ada yang gangguin papa hari itu. Marah besar dia kalau diganggu saat kerja. Keesokan harinya papa baru bisa mikir santai, kami diajak ke Pantai Global.

Aku senang sekali akhirnya bisa keluar rumah. Nikmat sekali. Aku hepi, sepanjang jalan dengerin musik. Kami sudah sampai pantai tapi belum parkir karena lupa beli jajanan. Kami beli jajan di Cafe Halaman kemudian masuk pantai.

Kami dapat tempat strategis di pantai. Di sana aku bersantai sambil makan jajanan yang dibeli, kami makan cokelat sampai diabetes. Kami lebih suka cokelat daripada sayur. Ketika yang lain makan sate dan jajanan lain, kami masih setia dengan cokelat sampai gigitan terakhir.

Hari sudah mulai malam tapi kami belum pulang juga. Aku bilang ke papa, “Pah, pulang yuk sudah malam.” Papa belum mau karena masih ingin menikmati suara ombak dan angin di pantai. Setelah lama menunggu di mobil, papa datang lalu kami pulang.

Keesokan harinya papa ngide lagi, ke kolam renang jam 12 siang. Meski panas aku hepi karena bisa berenang. Setelah menyiapkan baju renang kami berangkat dengan perasaan senang. Namun, adikku tiba-tiba muntah di tengah jalan karena dia main HP terus. Mama pun menegurnya, kami tertawa melihat wajah adik yang pucat. Habis itu dia pun kapok main HP dalam mobil dan sepanjang jalan dia mulai menikmati perjalanan.