Tersesat di Mal Bengkulu

Dok. Wikihow

Pada waktu perpisahan, kami bersama guru-guru pergi ke Mal Bengkulu. Setelah sampai di depan mal, teman saya si Graful minta izin ke toilet. Dia minta saya, Ridwan, dan Gabriel menemaninya terus kami mau saja. Kasihan kalau dibiarkan sendirian.

Kami jalan cukup lama. Saya dan Gabriel menyadari bahwa kami sudah jauh dari rombongan guru-guru dan teman-teman. Kami saat itu bingung, mau kembali ke rombongan atau terus menemani Graful. Setelah berpikir sambil jalan kami putuskan tetap menemani Graful ke toilet.

Setelah Graful buang air, kami mau menyusul rombongan guru serta teman-teman lainnya. Kami mencari mereka, keliling mal sampai tersesat. Di tengah kondisi itu Graful malah cuek saja lalu melempar ide yang agak gila.

“Sudahlah cok, lebih baik kita main saja yuk,” ajaknya.

Kami menolak karena pasti nanti jadi masalah. Gabriel bilang kalau main nanti dicari Bu Lili dan saya sependapat. Kami lantas terus menelusuri isi mal dan akhirnya berhasil menyusul rombongan dan Pak Daniel. Di situ kami merasa lega dan gembira.