Ujian Sekolah Bukan tentang Ingatan, tapi Soal Keteguhan untuk Jujur

Wikihow

Awal bulan kemarin kami melaksanakan ujian akhir semester. Di sanalah penentuan untuk kami, apakah bisa ke tahap berikutnya atau tidak sama sekali.

Rasa takut, gelisah, semua campur jadi satu. Dalam kepala yang cuma sebiji ini muncul pertanyaan: gimana kalau nanti begini, gimana kalau nanti tidak sesuai. Sampai akhirnya saya berpikir sederhana, bahwa kami tinggal berusaha dan berdoa saja setiap hari.

Begitu bel masuk ruang ujian berbunyi, kami segera duduk di bangku masing-masing. Guru mulai membagi kertas ujian dan di momen itulah otak kami diuji. Ujian itu tidak hanya tentang seberapa kuat ingatan dalam memproses setiap pelajaran tapi juga seteguh apa kejujuran kami.

Kadang kita sudah belajar mati-matian tetapi ketika di ruangan kita sering kalah dengan yang ‘bersembunyi’ diam-diam. Memang tidak adil rasanya tapi saya tetap percaya pada usaha sendiri. Toh usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

Namun, sejujurnya aku gelisah juga akan hasilnya. Apa pun hasilnya kesimpulanku satu: perbaiki yang kurang dan kurangi yang berlebihan. Sampai bertemu di ujian selanjutnya.