
Trilogi Lord of The Rings menjadi film yang paling aku sukai. Sepertinya sudah lama sekali sejak aku menonton film bikinan Peter Jackson itu. Kalau tidak salah ketika SMA. Masa-masa di mana aku kena insomnia parah. Filmnya mulai jam sembilan malam. Selesai jam tiga pagi karena ada jeda iklan.
Lord Of The Rings dirilis 25 tahun yang lalu. Film legendaris. Cerita dari dunia kuno, ketika para manusia, monster, peri, makhluk kerdil bernama kurcaci dan hobbit tersebar di seluruh penjuru bumi. Film yang alur, penokohan, dan konfliknya tidak tertandingi sampai hari ini.
Film itu menceritakan tujuh pemimpin setiap bangsa yang terikat dengan cincin. Namun, salah satu dari mereka berkhianat kemudian menciptakan satu cincin kuat yang mampu menguasai semua cincin lainnya. Akhirnya beberapa bangsa bersatu untuk melawan satu kejahatan pemilik cincin. Di akhir pertempuran penguasa cincin utama dikalahkan raja dari bangsa manusia.
Harusnya cincin tersebut dihancurkan agar tidak menimbulkan konflik lebih panjang tetapi keserakahan membuat sang raja enggan melenyapkannya. Sang raja malah ingin menguasainya sendiri. Sampai akhirnya raja dikhianati cincin itu sendiri dan menerima kematian.
Beratus tahun kemudian cincin itu tinggal cerita. Mitos yang berganti menjadi legenda dan legenda akan berakhir dengan tidak ada. Kenyataannya cincin utama tidak benar-benar hilang. Ia bersembunyi di dasar danau menunggu untuk ditemukan. Pada suatu ketika yang tidak disangka, cincin ditemukukan makhluk kerdil bernama Smeagol dari bangsa Hobits.
Sebagaimana kisah dalam perang, cincin itu membawa petaka bagi setiap penemu. Smeagol menghabisi nyawa sahabatnya agar menguasai cincin itu sendirian. Lama-lama dia menjadi makhluk aneh karena dikuasai oleh cincin. Beberapa tahun setelah nya cincin kembali berpindah tangan ke tokoh Frodo (Elijah Wood), makhluk kerdil lainnya, dan dibawa kembali ke Shire desa para Hobbit.
Momen itulah yang mengawali perang panjang antara persekutuan manusia-elf-kurcaci-hantu dengan para makhluk penyihir hitam di bawah kendali cincin. Gandalf (Ian McKellen), sang penyihir kelabu, yang menyadari keberadaan si cincin membentuk sembilan persaudaraan untuk menghancurkan cincin di tempat pertama kali ia ditempah.
Tokoh Frodo mengemban tugas itu bersama tiga sahabatnya: Sam (Sean Astin), Pippin (Billy Boyd), dan Merry (Dominic Moraghan). Mereka berjalan kaki. Memasuki hutan terdalam, danau beracun, bertemu tebing-tebing tebal nan curam, sambil dikejar pasukan musuh. Para orc yang memiliki penampilan sangat mengerikan.
Segala hal dipertaruhkan. Kesetiaan, pengorbanan, dan air mata di antara rasa putus asa. Hingga mereka berhasil menghancurkan cincin utama dan bersatu kembali. Film ini ada tiga seri dan setiap serinya berdurasi kurang lebih tiga jam. Ada juga film-film sekuel lainnya yang berjudul “The Hobits”. Film ini juga disutradarai Peter Jakson dan masih merupakan adaptasi dari novel karangan J.J.R. Tolkien dengan pembuatan film kurang lebih delapan tahun.




Leave a Reply