
Namanya Mak Ayes. Saat masuk toko, suaranya terdengar satu ruangan. Omelannya pun khas. “Mananya pintu kalian ini? Buatlah yang otamatis tertutup sendiri,” katanya dengan logat Batak yang khas.
“Adanya gas?? Ada ku tampak kemaren orang beli gas disini.”
“Ngga ada Kak, mungkin orang cari gas sudah seminggu ngga masuk,” jawabku.
Ketika aku shift malam, datanglah Mak Ayes bersama anak dan kawannya. Anak-anaknya senang di Mathagia, lari ke sana kemari.
“Live Tiktok aku yaaa sambil aku tampak-tampakan muka kalian boleh kan? Biar orang banyak belanja di Mathagia ini,” kata Mak Alcius, teman Mak Ayes. Mereka ibu-ibu gaul suka live Tiktok.
“Gak apa-apa tapi jangan tampakan muka aku ya,” balasku sambil cengir-cengir
“Halo guysss lihat ini Toko Mathagia. Kami lagi belanja di sini, itu ada kasirnya. Dingin kali di sini bah,” kata Mak Alcius membuka live Tiktoknya.
Aku sedikit kesal karena kamera HP-nya mengarah ke wajah kami. Belum lagi aku lihat anak-anaknya lari memutari toko. Akhirnya salah satu anak memecahkan minuman kemasan seribuan.
Mak Ayes dan temannya ngoceh pake bahasanya gak bisa aku artikan. Mau gimana, ya karena memang gak ngerti. Ahirnya mereka keluar toko dengan minuman pecah yang ditinggal begitu saja setelah minta maaf. Hadehhhh ngeselin tapi bikin laris.




Leave a Reply