Jamur Jakos Membuatku Oleng

Dok.Wikihow

Pertama masuk SMP Tenera, teman–teman guru membawa bekal untuk sarapan mereka. Aku yang belum terbiasa memakan bekal tentu saja jajan di kantin sekolah yang kala itu dikelola teteh cantik bernama Teh Elis.

Menu bekal mereka, para teman mengajarku itu unik-unik. Salah satunya tumisan jamur sawit. Aku yang belum pernah melihat bahkan mencicipinya cuma melihat saja. Nikmat sekali sepertinya.

Pulang sekolah aku tanya sama mak inangku di mana beli jamur sawitnya. Eeeh beliau malah mengajakku ke sawitan, menerobos perkebunan sawit. Rupanya beliau mengajakku mencari jamur sawit di tandanan kosong. Aneh, bingung aku membedakan mana jamur yang bisa dimakan mana yang beracun

Kami dapat satu kantung plastik jamur. 

Mencari jamur sawit itu cukup mengasikkan. Namun, membersihkannya butuh perjuangan dan kesabaran ekstra. Aku yang belum tahu cara membersihkannya kala itu ya hanya melihat dan membantu sekadarnya saja. 

Jamur ditumis pedas aromanya menggugah selera. Ku cicip dong. Ternyata enak, aku nambah pastinya. Selang beberapa waktu kepala puyeng dan mata kabur. Perut mual, aku pengen mengeluarkan isinya. Keringat dingin mulai muncul. Sepertinya aku keracunan.

Karena syok dan khawatir dibawalah aku ke balai pengobatan. Cek kanan cek kiri hasilnya aku bukan keracunan tapi kebanyakan makan jamur sawit. Alaaamaaak episode memalukan ini.