Mempelajari Semuanya kecuali Cinta

Dok.Wikihow

Semua orang tahu bahwa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Perilaku remaja susah ditebak. Lompat sana lompat sini sesuka hati. Ribet mikir-nya.

Namun tidak semua orang tahu bahwa tidak semua remaja itu sama apalagi berhubungan dengan cinta. Saya contohnya, seorang remaja yang suka pacaran. Sebab pacaran itu ribet. Hidup saja sudah sulit malah ketambahan pacaran, makin ribet dah.

Bukan berarti saya tidak pernah menyukai atau jatuh cinta pada seseorang. Saya pernah kok, jatuh cinta, tetapi saya pendam saja sehingga bentuknya berubah menjadi kekaguman.

Daripada begituan, saya lebih tertarik dunia luar dan ilmu pengetahuan. Semesta di luar perkebunan yang mampu memberi jawaban atas setiap pertanyaan. Sejauh ini semesta itu baru saya temukan dalam dunia game dan media sosial. Apa yang saya pakai, siapa pembuatnya, apa, dan bagaimana saya ketahui lewat internet.

Asal kalian tahu, pencarian itu saya lakukan seorang diri dalam keheningan malam. Dalam diam. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa saya adalah seorang petualang sebelum tulisan ini saya kirimkan ke Nyalanya. Saya menikmati perjalanan setiap malam itu. Singah, dari satu akun ke akun lain yang mengantar ke pintu-pintu berikutnya.

Saya harus tahu. Kepala saya harus penuh ilmu pengetahuan sehingga mencapai level orang cerdas dan kuat yang bisa melakukan hal-hal luar biasa suatu saat nanti. Terima kasih.