Pandangan Mata Lee Min-ho KW di Kelasku Bikin Meleleh

Alfanny DFS

Dok.Star

Masih ingat Aku? Iya, aku Alfanny yang dulu pernah menceritakan tentang teman kelasku yang mirip itu (Baca: Ketua Kelasku Mirip Lee Min-ho). Aku pikir setelah menulis itu ceritaku selesai sampai di sana. Tapi ternyata…Jreng…Jreng… kelasku kembali beraksi sehingga aku pun menulis lagi.

Belum lama ini (nama asli Faqih) jadi model untuk kepentingan sekolah. Kabar pemotretannya cukup menghebohkan satu sekolah! Bagaimana tidak, saat difoto, KW kelasku mengeluarkan aura cool-nya saat difoto bersama Senior kelas 12. Memang sih gayanya biasa saja, formal, tapi aura cool-nya itu bikin Kami kaum hawa jadi histeris dan agak iri. Banyak teman perempuan di kelasku yang cemburu sama Senior lalu bilang, “Kenapa bukan Aku saja sih yang ikut pemotretan bareng ,” termasuk Aku juga deh.

Tahu enggak sih kenapa Kami kaum hawa jadi histeris banget sama si KW ini? Bagaimana enggak histeris coba, dia lumayan cakep. Terus tinggi badannya 175 cm. Bodi-nya juga bagus (tidak gemuk tidak kurus). Kulitnya putih dengan wajah banget, Oppa! Rambutnya sedikit panjang dan jangan terlalu lama menatap matanya karena bisa membuatmu berdebar-debar. Wajar saja banyak yang naksir sama dia apalagi KW itu termasuk anak yang pintar, selalu masuk tiga besar. Sungguh luar biasa kan ciptaan Tuhan yang satu ini. Sudah ganteng, rapi, pintar pula.

KW bagi kami memberi semangat belajar di kelas. Kalau sedang bosan belajar di kelas, tatap saja wajahnya, wuuush langsung tinggi lagi semangatnya. Gara-gara dia kami jadi betah belajar di kelas. Dia juga punya fans dari kalangan Guru! Kalau sudah lulus nanti mungkin dia akan jadi model, semoga saja benar-benar terjadi. Aku kan bangga nantinya bisa cerita pas sekolah dulu satu kelas dengan KW. Oh iya, satu lagi kerennya dia. KW ini bisa main gitar! Alamak, kurang apa lagi coba si ganteng ini.

Kami punya cerita memalukan sama KW ini. Waktu kelas XI, Aku, Reni, dan Ontin bersiap ke lapangan untuk pelajaran olahraga. Setelah menuruni tangga, kami melihat yang menuju ke arah kami. Saat dekat, kaki Reni terpeleset, dia jatuh ke arah depan. Daaan…jeeeeng, cekatan menangkap lengan pundak Reni. Kami diam semua saat momen itu.

“Ngapain Kamu Ren? Kamu enggak apa-apa?” tanya dengan tatapan mematikannya.

Reni enggak bisa jawab. Dia langsung lari lalu kami menyusulnya. Pas sampai di lapangan, kami lihat wajah Reni seperti buah tomat. Meraaaah sekali.

“Waaaah Reni…aku juga pengen dong digituin,” kataku sambil memeragakan cara menangkap pundaknya dan meluncurkan aura cool-nya. Ah bikin iri saja deh. Reni juga senyum-senyum terus, mirip drama korea deh jadinya. Nah tunggu cerita KW selanjutnya.

Alfanny
SMA Tenera



Genre:

Tema: