Pena Elektrik Anti-Lupa

Dok. Wikihow

Pada zaman sekarang ini, hampir semua generasi alpha mendapatkan informasi dari hanphone dan perangkat lunak mode AI. Pada umumnya para pelajar  bisa memanfaatkan AI dalam mengerjakan tugas belajar atau proyeknya. Setiap pertanyaan bisa langsung dengan AI. Sehingga generasi alpha menjadi sangat bergantung pada teknologi itu.

Beberapa minggu yang lalu saya pernah memberikan beberapa pertanyaan pada anak-anak untuk tugas belajar di rumah. Pertanyaan itu maksudnya untuk mengasah keterampilan berpikir kritis pada anak. Saya memberi waktu tiga hari pada anak-anak untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Ketika kami bersama-sama membahas jawaban pertanyaan tersebut, ada satu anak yang menjawab dengan baik. Saya mendekati anak tersebut lalu tanya apakah dia dibantu orangtua atau kakaknya dalam mengerjakan tugas. Dengan gaya polosnya anak itu menjawab menggunakan mode AI.

Anak itu tanya balik. Apakah salah, tanya si anak, belajar menggunakan mode AI. Saya terdiam sambil berpikir, kok bisa ya anak umur sembilan tahun belajar pakai AI.  Kemudian saya menasihati anak tersebut bahwa ia wajib membaca dan mempelajari buku pelajaran walau ada AI. Saya juga bilang kadang jawaban AI tidak selalu benar. Obrolan kami pu terputus bel jam istirahat.

Saat jam istirahat saya mengajak anak-anak mengobrol santai di teras kelas.  Seorang anak perempuan yang meminta saya berkhayal.  Lalu saya meminta supaya anak tersebut terlebih dahulu bercerita apa saja khayalannya. Ia bilang ingin punya robot yang bisa disuruh-suruh tanpa bilang capek. Kami tertawa mendengarnya.

Akhirnya giliran saya. Saya menceritakan khayalan punya pena elektrik. Mereka langsung tanya apa itu pena elektrik. Selanjutnya saya bilang bahwa pena elektrik adalah teman dalam belajar. Ketika pena itu mengetok kepala kita satu kali maka kita akan cepat mengingat materi pelajaran yang sudah dipelajari. Apalagi tentang tugas belajar yang mudah wow, cukup satu kali ketokannya.

Tetapi kalau belum ingat, ketok dua sampai tiga kali di kepala maka semua pertanyaan bisa dijawab tanpa harus tanya AI.  Pena elektrik itu pasti disukai anak-anak karena merangsang otak mengingat semua materi pelajaran. Bahkan pena elektrik mengajak otak kita mencerna lebih baik lagi.

Saya mengakhiri cerita dengan mengatakan bahwa jangan mengetok pena itu berkali-berkali karena bisa melukai kulit kepala. Hahahahaha semua tertawa dan tepat di tengah momen ceria itu dua orang anak membawa pena biasa lalu mengetok kepala mereka sendiri. “Oh iya Bu, aku ingat pembelajaran kita kemarin,” katanya lalu kami tertawa lebih keras.