Polisi atau Guru

Dok. Wikihow

Saya masih ingat hari pertama saya menjadi wali Kelas. Saya merasa sedikit gugup tetapi bersemangat untuk memulai petualangan baru ini. Saya sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi di kelas karena pertama kalinya menjadi wali kelas. Tentu akan semakin banyak tanggung jawab yang akan saya emban.

Ketika saya memasuki kelas, saya disambut oleh wajah-wajah baru dan mata yang penuh dengan harapan. Karena saya diberi tanggung jawab untuk menjadi wali kelas 7. Tentu anak-anak yang masih imut dan terdapat satu dua anak yang masih memakai seragam merah putih khas anak SD. Pertama kali saya masuk kelas wajah penuh ketakutan mereka mulai terpancar.

Ada satu anak yang berbisik. Tak sengaja ku dengar, aduh wali kelas kita guru BK pasti dimarahi terus, aku takutlah. Ternyata, bagi mereka mendapatkan wali kelas guru BK adalah musibah. Saya semakin penasaran apa yang dipikirkan mereka ketika mendengar guru BK.

Mereka bilang bahwa guru BK adalah tempat di mana guru-guru akan memanggil siswa yang bermasalah lalu memberikan hukuman atau peringatan. Tentu saya jelaskan dengan lembut tentang peran guru BK dan berusaha memberikan pengertian bahwa Guru BK bukan polisi sekolah melainkan teman.

Saya memperkenalkan diri dan memberitahukan apa yang akan kami lakukan bersama selama tahun ajaran ini. Saya juga memperkenalkan diri dan berbagi sedikit tentang diri mereka. Seiring berjalannya waktu, saya merasa lebih nyaman dan percaya diri.

Saya melihat potensi dan kelebihan masing-masing siswa dan berusaha memahami kebutuhan dan minat mereka. Saya juga berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung.

Akhirnya dari yang awalnya mereka berpikir bahwa wali kelasnya adalah musibah kini menjadi anugerah. Tak jarang mereka menceritakan isi hatinya sendiri tanpa harus saya yang mencari tahu dan kami pun semakin akrab tetapi mereka tetap menghormatiku sebagai guru.

Saya belajar bahwa menjadi wali kelas bukan hanya tentang mengajar tetapi juga soal memahami dan mendukung siswa dalam proses belajar mereka. Saya juga menyadari bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan potensi yang perlu dikembangkan.