September S-nya Senang, Semringah, dan Syukur

Dok.Wikihow

Trennya sekarang begitu, mengawali bulan dengan kata-kata positif untuk menambah amunisi melawan kejamnya dunia, asyik!

Awal bulan September ini aku berkunjung ke Perpustakaan Sekolah Tenera, ngobrol panjang dengan Mbak Tya. Penjaga Perpustakaan Sekolah Tenera itu memang cantik, tidak ada yang tidak mengenalnya. Dia memiliki rambut panjang yang lurus. Kulitnya kuning langsat dan bersih. Walau aku memanggilnya mbak, tinggi badannya tidak melebihi tinggiku hehehe (bercanda Mbak Tya).

Mbak Tya selalu semringah menyambut pengunjung perpustakaan yang datang, tidak pernah aku lihat dahinya mengerut karena marah. Setiap aku ingin meminjam buku, aku selalu bertanya buku apa yang cocok sekaligus ringan untuk aku baca. Mbak Tya selalu tahu seleraku, buku apa yang tidak akan aku sentuh. Buku apa yang akan aku lahap habis. Hari itu Mbak Tya menawarkan beberapa buku, tapi aku lupa judulnya. 

Akhir-akhir ini aku sering mengalami luka hati yang tak terduga, syok yang luar biasa serta ketidakmungkinan yang tiba-tiba. Aku butuh sesuatu untuk membentengi hati dan pikiranku. Di tulisanku sebelumnya, aku mengatakan bahwa hidup hanya soal jalani saja, tapi ternyata tidak sesederhana itu. Perlu kekuatan besar untuk menjalaninya.

Aku keliling perpustakaan untuk melihat-lihat buku yang sesuai selera. Jariku lincah membolak-balik buku dan membaca sinopsisnya. Jariku berhenti pada buku bersampul merah dengan gambar seorang wanita berambut panjang, judulnya “Luka Tapi Tidak Berdarah, Tetap Bahagia Meski Berkali-kali Disakiti” karya Anna R. Vitri.

Aku segera membaca sinopsisnya dan memutuskan untuk meminjamnya.Hari di mana menulis ini, aku telah menyelesaikan bacaanku. Menurutku kekuatan bisa dibangun dari diri sendiri, ketimbang bercerita dengan orang lain lalu diberi nasihat karena manusia berubah tapi membaca buku selalu memberi makna. Sekali lagi, menurutku.