Jutaan Kenangan dalam Foto Itu

Dok. Wikihow

Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Kota Bengkulu. Di atas panggung, satu spanduk besar terpampang. “Pelepasan Siswa Kelas 9: Menggapai Impian” begitu isi spanduk yang menjadi latar belakang yang megah bagi kami. Kemegahan itu diselingi tawa yang beradu dengan tangis tipis di sudut-sudut ruangan.

Kami segera berkumpul di depan gedung sekolah yang selama tiga tahun ini menjadi saksi bisu perjuangan kami. Bapak Daniel dan Bu Lili, dua guru tersabar menghadapi tingkah nakal ami berdiri di tengah-tengah. Aku sempat melihat wajah mereka. Ada senyum bangga tetapi mata mereka tidak bisa berbohong.

Kami, para siswa, berebut posisi. Ada yang merangkul pundak kawan setianya. Ada yang berpose formal. Di barisan belakang lebih keos, saling bercanda dan menggoda satu sama lain.

Di dalam foto itu kami melihat senyum ikhlas bapak dan ibu guru yang ikhlas. Wajah kami semringah, berseri penuh harapan. Siap melangkah menuju masa depan yang baru. Foto itu bagi kami bukan sekadar selembar gambar saja melainkan penutup cerita kami selama tiga tahun di SMP Tenera.

Jutaan kenangan ada di sana. Dan kami, tidak akan lelah untuk mengumpulkan jutaan kenangan lain esok hari.