Alumnus SD Tenera Bernama Andi Brewok

Apriyanti

Gambar oleh Nayla

Hari semakin sore tetapi  kami masih berenang santainya di kolam renang dekat rumah.  Seorang pemuda masuk kolam lalu mendekati kami dengan kecepatan tinggi. Anakku teriak, seperti memberi alarm agar kami menjauh dari sana. Aku pun bingung, dia siapa sih? tanyaku dalam hati.

Pemuda brewok itu tersenyum padaku.

“Bu, saya Andi anak murid ibu waktu SD dulu, masih ingat nggak?” kata Brewok lalu mengulurkan tangan memberi salam.

Aku tersenyum, lega. Ternyata dia bukan orang jahat, malah murid yang masih ingat padaku. Kami pun ngobrol sebentar di pinggir kolam.  Aku mulai melemparkan banyak pertanyaan padanya seperti pekerjaan dan tempat tinggalnya.

Andi menjawab sambil mengajak ingatanku kembali ke belasan tahun lalu. Dia bilang sangat senang belajar denganku di sekolah. Andi menyebut dirinya”brewok”karena sering mencoret dagu dan wajahnya dengan spidol hitam saat sekolah.

“Ibu Apri selalu menghapus brewokku dengan tisu tetapi saat istirahat aku gambari dagu dan wajahku dengan spidol lagi Hahahaha.”

Brewok sekarang bukan sekadar moniker masa kecilnya. Andi benar-benar punya brewok sekarang. Dia sekarang membuka usaha kue kering. Dari usahanya ia banyak merekrut teman sebayanya bekerja.  Andi bangga kegiatannya bisa membantu teman-teman yang belum dapat pekerjaan.

Karena hari sudah semakin sore kami pamit pulang duluan. Namun ia menahan waktu kami sebentar lalu memberi tiga toples kue lebaran pada anakku.

“Ah, nggak usah Om, nggak usah sedikit maksudnya,” kata anakku. Kami menutup pertemuan menyenangkan itu dengan tawa.



Genre: Nonfiksi

Tema: Sekolah