Pepatah Batak Memenangi Lomba 17an

Apriyani Juwita

Dok.Tribunewswiki

Nanget-nanget alai tangkas.  Pepatah Batak itu artinya pelan-pelan tapi pasti. Mengandung makna agar kita berhati-hati melakukan pekerjaan supaya hasilnya berkualitas. Pepatah itu kami pegang benar saat mengikuti perlombaan 17-an di Sekolah Tenera bulan lalu. Pepatah itu pula yang membuat kami bias memenangkan banyak lomba dan mendapat hadiah.

Pada waktu itu murid-muridku kut lomba lomba memecahkan balon. Mereka berbaris memanjang seperti ular, berhadapan dengan kelompok lain yang bertugas memecahkan balon yang diikat di pinggang murid bagian belakang. Kami berusaha agar lawan gagal memecahkan balon.

Kami santai menghadapi serangan lawan, bahkan muridku di bagian ekor berjalan sambil memejamkan mata. Cuek sekali sampai tidak terpengaruh dengan penonton yang teriak menyuruh kelompok kami lari. Muridku yang satu ini berjalan pelan-pelan saja.

Saat lawan mendekat lalu mengarahkan jarum ke balon kami, dia malah teriak, “jangan! jangan!” sambil terus menutup mata. Teriakan itu mengagetkan sehingga membuat lawan jatuh sehingga barisan kelompok lawan buyar. Kami menang. Juri lomba berteriak pemenangnya adalah kelompok ular yang jalan pelan-pelan hahahah. Semua anak berteriak sambil bertepuk tangan.

Muridku yang paling belakang itu mendekati temannya yang terjatuh lalu menarik tangannya. Diajaknya kawannya itu duduk ke tepi lapangan lalu disodorkannya minuman. Karena balon masih diikatkan di pinggangnya, meletuslah balon saat dia ikut duduk. Mereka berdua kaget lalu  tertawa terpingkal-pingkal. “Nanget-nanget alai tangkas bah (walaupun tidak menang, jangan sampai menanggung) hahahaha,” mereka tertawa lagi.



Genre: Nonfiksi

Tema: Sekolah